Kalahkan Thailand lewat drama adu pinalti, timnas Indonesia U-16 Juara Piala AFF U16

Tangsel, Golkil.com – Pada pertandingan yang di gelar di stadion Gelora Delta, Siodarjo anak-anak Timnas Indonesia U-16 asuhan pelatih Fachri Huisaini tampil trengginas dan percaya diri. Dengan serangan yang dibangun melalui kedua sayapnya yang cepat, Supriadi dan Amanar, timnas U16 mulai mengambil inisiatif penyerangan, sedangkan Thailand mengandalkan taktik Counter attack. Beberapa kali Bagus Kahfi dan Supriadi mengancam gawang Thailand, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang belum merubah skor. Pada menit 17, Fajar Fathur masuk menggantikan Amanar dan menambah hidup penyerangan dari sektor sayap kanan. Bola sempat bersarang di gawang Thailand menit ke 28 melalui kaki Supriadi, namun dianulir wasit karena dia sudah terperangkap offside. Pada menit 33, umpan terukur dari Andre dimanfaatkan dengan baik oleh Fajar dengan satu sentuhan lambung yang cerdik memperdaya kiper lawan dan mencetak gol. Skor berubah 1 – 0 untuk timnas Indonesia. Setelah itu Thailand mulai gencar menyerang dan bermain lebih terbuka untuk mengejar ketinggalan. Namun sampai babak pertama berakhir, skor masih 1 – 0 untuk keunggulan Timnas Indonesia. Di babak kedua, Thailand memasukkan pemain Thiraphong Yangdi dan Thanakrit Laorkai yang bertipikal lebih menyerang dan Thiland bermain lebih agresif. Timnas U-16 juga tidak serta merta bertahan dari gempuran Thailand tapi tetap menyerang balik melalui Fajar, Supriadi, dan Bagus Kahfi, ditopang Andre dan David Maulana di lini tengah.

Pada menit 49, Bagas Kaffa, saudara kembar dari Bagus Kahfi yang berposisi sebagai bek kanan harus menerima perawatan dari tim medis. Darah mengucur deras dari pelipisnya dan kemudian harus dililit perban di kepalanya. Walau diperban, Bagas Kaffa tetap mampu menampilkan permainan yang impresif dalam menyerang dan sigap menjaga pertahanan timnas.
Masuk menit 60, silih ganti serangan diperagakan oleh tim Thailand maupun Indonesia. Di sisa waktu babak kedua, yaitu pada menit 65, Thailand memasukkan Apidet Janngam menggantikan Sitthinan Rungrueang, untuk lebih menambah daya serang Thailand. Di pihak Timnas Hamsa Lestaluhu, pemain kelahiran Tulehu, Ambon, Maluku menggantikan Andre yang sudah mulai kelelahan untuk menjaga keseimbangan permainan. Pada menit 71, Thailand terus meningkatkan intensitas permainan terbuka dan menyerang melalui kedua sayapnya. Umpan crossing dari sisi kiri pertahanan Indonesia mampu dimanfaatkan oleh Apidet Janngam untuk membuahkan gol. Bek timnas Indonesia telat naik dan gagal melakukan jebakan offside. Thailand berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1.
Di sisa waktu laga, Fachri Husaini memasukkan Sutan Zico dan Rendy Juliansyah  untuk menambah gaya gedor dan diharapkan dapat memberikan pengaruh pada permainan Indonesia. Namun sampai babak kedua berakhir baik itu Thailand maupun Indonesia, gagal mencetak gol tambahan. Kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal dan akhirnya pertandingan dilanjutkan melalui babak adu penalti. Dalam babak ini, keempat eksekutor Indonesia, yakni Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah dan David Maulana, sukses menjalankan tugasnya. Sementara itu, kiper Ernando Ari Staryadi menjadi pahlawan dengan menggagalkan algojo kedua dan keempat Thailand.

Ini merupakan gelar pertama Indonesia sepanjang sejarah 13 kali gelaran Piala AFF U-16 yang dipentaskan sejak 2002 silam. Kemenangan ini juga menjadi spesial karena menjadi kado perayaan Ulang tahun kemerdakaan RI, 17 Agustus. Di akun resmi twitter PSSI mendapatkan ucapan selamat dari presiden Jokowi dan pelatih timnas senior Luis Mila.

 

Starting XI Indonesia U-16: Ernando Ari Staryadi; Bagas Kaffa, Fadilah Nur Rahman, Komang Teguh, Yudha Febrian; David Maulana, Brylian Negiehta, Andre Oktaviansyah; Mochammad Supriadi, Bagus Kahfi, Amanar Abdillah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *