Berita Asian Games 2018 Jakarta Palembang, Perolehan medali terakhir dan peraih medali emas Indonesia

Tangsel, Golkil.com –  Berdasarkan berita yang dilansir dari asiangames2018.id per tanggal 23 Agustus 2018 jam 19.00 Indonesia menempati urutan ke 5 klasemen sementara perolehan medali di ajang Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang. seperti klasemen berikut di bawah:

Perolehan sementara di hari ke 5, Indonesia berhasil mengumpulkan 8 emas, 6 perak dan 10 perunggu. Siapa saja penyumbang medali emas Indonesia? Simak yang berikut di bawah ini.

1. Medali emas pertama untuk Indonesia di ajang Asian games 2018 ini dipersembahkan oleh Defia Rosmaniar yang turun di nomor poomsae putri di cabang taekwondo. Medali emas tersebut diraih Defia Rosmania setelah mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan dengan skor 8.690 – 8.470.

Di akun resmi twitter Kemenpora,  Defia mengungkapkan kebahagiaan dan ucapan terima kasih atas dukungannya sehingga dia bisa berhasil menyabet medali emas pertama bagi Indonesia.

Check out @KEMENPORA_RI’s Tweet

2. Emas kedua Indonesia disumbangkan oleh srikandi lain yaitu Lindsey Kwok dari cabang olahraga wushu. Pada nomor taijiquan, Lindswell mampu meraih skor tertinggi 9.75 sedangkan di nomor taijijian, Lindswell Kwok juga memperoleh 9.75 poin dan kembali menjadi yang terbaik dari peserta lain. Perempuan cantik berusia 26 tahun tersebut meraih nilai total 9.5 dan berhak mendapatkan medali emas. Presiden RI, pak Jokowi mengucapkan selamat melalui akun resmi instagamnya “Emas kedua di hari kedua Asian Games 2018! Pagi ini, atlet andalan Indonesia di cabang wushu, Lindswell Kwok, merebut medali emas di nomor Taijijian All-Round dalam pertandingan di Hall B JIExpo Kemayoran Jakarta, Lindswell, sang ratu wushu Asia Tenggara, kini menjadi ratu Asia. Selamat!”, begitu tulis pak Jokowi.

Dua emas berhasil diraih dari cabang olahraga balap Sepeda gunung Downhill yang digelar di Subang Jawa Barat.

3. Emas ketiga dari balap Sepeda gunung Downhill nomor putri dipersembahkan oleh Tiara Andini Prastika. Tiara menorehkan catatan waktu 2 menit 33.056 detik dan mengungguli catatan waktu atlet Thailand Vipavee Deekaballes yang meraih perak di tempat kedua.

4. Kemudian emas juga di dapat dari Balap Sepeda gunung Downhill putra oleh Khoiful Mukhib. Khoiful membukukan catatan waktu terbaik dalam balapan yaitu 2 menit, 16,687 detik, lebih cepat dari pembalap unggulan Chinese Taipei, Shengshan Chian, dan pembalap Thailand, Seubsakun Sukchanya. Meskipun tidak menjadi unggulan dan tidak diperhitungkan,  Khoiful mampu membuat kejutan dan meraih emas ke empat bagi kontingen Indonesia.

5. Medali emas kelima Asian Games 2018 disumbang dari cabang olah raga Angkat besi putra nomor 62kg, oleh Eko Yuli Irawan dalam pertandingan yang di gelar di JI Expo.

Eko Yuli Irawan berhasil unggul 12 kilogram dari peringkat kedua, Van Vinh Trinh (Vietnam), setelah melakukan angkatan total sebesar 311 kilogram. Pada angkatan snatch, Eko berhasil mengangkat beban seberat 141 kilogram sedangkan di nomor clean and jerk lifter asal lampung usia 29 tahun itu berhasil mengangkat 170 kg. Perolehan medali emas ini juga menjadi spesial untuk eko karena disaksikan langsung oleh presiden RI, pak Jokowi. Menurut Presiden Jokowi, sudah sepantasnya Eko mendapatkan medali emas kelas 62 kilogram karena sejak awal dia tampil begitu percaya diri.

6. Medali emas ke enam berhasil diraih oleh tim beregu putra cabang olahraga Paralayang yang berlangsung di Puncak Mas, Bogor, Jawa Barat. Tim beregu putra Paralayang atau Paragliding berhasil memastikan satu emas setelah memperoleh nilai 6 dari 6 round. Tim Paragliding Putra Indonesia yang terdiri dari Aris Apriansyah, Joni Efendi, Jafro Megawanto, Hening Paradigma, dan Roni Pratama yang bermain di nomor Men’s Team Accuracy berhasil unggul atas Korea Selatan dan Thailand yang masing-masing meraih medali perak dan perunggu. Sementara Tim Paragliding putri harus mengakui keunggulan tim Thailand yang berhasil mendapatkan emas dan harus puas ditempat kedua dan meraih medali perak.

7. Di cabang olahraga Paralayang, indonesia kembali menyumbang medali emas melalui atlet andalannya, Jafro Megawanto yang tampil dalam nomor ketepatan mendarat putra. Dalam perlombaan yang digelar di kawasan gunung mas Bogor Jawa barat itu Jafro Megawanto berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan atlet Thailand Jirasak Witeetham yang menempati posisi kedua dan Lee Chulso dari Korsel ditempat ketiga. Ini adalah emas kedua Jafro setelah sebelumnya dia juga masuk di dalam tim yang merebut emas di nomor beregu putra.

8. Emas kedelapan berhasil diraih dari cabang panjat dinding nomor Speed Climbing, Aries Susanti Rahayu berhasil menyabet medali emas, setelah mengalahkan rekannya dari Indonesia Puji Lestari yang memperoleh medali perak. Aris dan Puji berhasil menjadi yang tercepat dan menyisihkan lawan-lawannya, salah satunya dua wakil China di Semifinal. Setelah pertandingan Aries Susanti memberikan keterangan pers bahwa prestasinya kali ini akan terus dipertahankan dan makin ditingkatkan sampai ke ajang olimpiade. Aries seperti diketahui adalah pemegang medali emas kejuaran dunia panjat tebing di tiongkok dan merupakan peringkat 5 dunia versi IFSC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *